Pengukuhan Pengurus MKA dan DPH LAMR Rohil Berjalan Lancar

Rohil180 Dilihat

Tekadnews.com,Bagansiapiapi – Pengurus Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Rohil beserta Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Rohil Provinsi Riau periode 2022-2027 resmi dikukuhkan oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau Datuk Seri H.R. Marjohan Yusuf di gedung LAMR Rohil Bagansiapiapi, Senin (17/7/2023).

Tampak hadir Asisten II Pemrov Riau Job Kurniawan, mantan Gubernur Riau Saleh Djasit, unsur forkopimda dan sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Rohil.

Ketua Harian LAMR Provinsi Riau Marjohan Yusuf, mengucapkan tahniah kepada pengurus LAM Rohil yang baru saja dikukuhkan, bagaimana kedepan dapat bekerja sama.

“Terima kasih kepada Bupati Rohil yang telah mendukung penuh sehingga pengukuhan ini bisa dilaksanakan dengan begitu meriah,” ucap Marjohan.

Dikatakan lagi, di bumi Melayu ini selalu terbuka dengan siapapun yang datang, hanya keterbukaan Melayu bukan berarti tidak ada penangkis, maka agama dan adat salah satu penangkisnya.

“Kita berharap pengurus yang baru di kukuhkan agar merekat kan yang terburai, mempersatukan seluruh elemen LAM dengan memfungsikan rumah musyawarah dalam mengambil tunjuk ajar,” pungkasnya.

Bupati Rohil Afrizal Sintong SIP dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus MKA LAMR Kabupaten Rohil yang telah dikukuhkan, mudah-mudahan kedepan LAMR Rohil bisa bekerjasama dengan baik dan tentu menjaga marwah Melayu di negeri ini.

“Kami telah membuat satu Perda tentang adat istiadat yang mengatur banyak hal. Karena adat lebih lembut dari aturan, dan terbentuklah Perda tentang Pilpeng,” ucapnya.

Disebutkan Afrizal, bahwa masyarakat Melayu itu ramah-ramah dan tidak memandang suku apapun yang datang, “Kita harus duduk bersama bagaimana memikirkan daerah kira ini. Sebagai bupati saya ingin Adat ini di lestarikan, jangan hanya LAM ini mengurus nikah saja, kami ingin LAM bekerja sesuai dengan fungsinya melestarikan dan menjaga Adat Melayu,” imbuhnya.

Kemudian itu, bupati meminta kepada LAM selaku orangtua yang dituakan jangan menjadi penonton di negeri sendiri, “Harapan kami dengan terbentuknya LAM ini masyarakat kita tidak menjadi penonton dan ekonominya terpenuhi. Tentunya harus mampu bersaing dengan masyarakat luar maka dari itu kita harus kompak,” ungkapnya.(kar)