TAUSIYAH DZUHUR YANG DISAMPAIKAN OLEH UST. CHAIRUL ICHWAN, S. PDI

Riau120 Dilihat

Tekadnews.com,Pekanbaru – Kasi Penkum Kejati Riau Bambang Heripurwanto SH,.MH saat dikonfirmasi, Selasa (22/8/2023) sekira pukul 12.30 WIB selesai bertempat di Masjid Al-Mizan Kejaksaan Tinggi Riau, telah dilaksanakan Tausiyah Ba’da Dzuhur di Kejaksaan Tinggi Riau yang disampaikan oleh Ust. Chairul Ichwan, S. PDI yang diikuti oleh pegawai di lingkungan Kejaksaan Tinggi Riau.

Dalam penyampaiannya Ust. Chairul Ichwan, S. PDI menyampaikan Ketika orang-orang itu (kaum ‘Ad) melihat awan tersebut menuju ke arah lembah-lembah mereka, mereka berkata, ‘Inilah awan yang akan menurunkan hujan ke atas kita!’ (Allah Subhaanahu wata’ala menjawab), ‘Bukan, itulah azab yang kamu minta untuk disegerakan (karena kalian telah berkata kepada Nabi Hud Alaihis salam, ‘Jika engkau memang seorang Nabi, kirimkanlah azab kepada kami’). Angin yang di dalamnya terdapat azab yang sangat pedih.

Menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya sehingga tidak kelihatan, kecuali bekas rumah-rumah mereka. Demikianlah, Kami membalas kaum yang durhaka.”” (QS. Al-Ahqaaf: 24-25).

Selanjutnya Ust. Chairul Ichwan, S. PDI menyampaikan Inilah perasaan takut kepada Allah Yang Maha Suci, yang dimiliki oleh seseorang, yang dikenal sebagai Sayyidul Awwalin wal Akhirin, yang diketahui dari sabda beliau sendiri. Di dalam Al-Qur’an, Allah Subhaanahu wata’ala memberikan jaminan tidak akan mengazab suatu kaum selagi Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersama mereka.

Meskipun Allah Subhaanahu wata’ala telah menjamin demikian, namun perasaan takut Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Rabnya sedemikian rupa, sehingga ketika datang awan gelap atau angin topan, beliau teringat azab yang telah ditimpakan oleh Allah Subhaanahu wata’ala kepada kaum-kaum terdahulu.

Sekarang, lihatlah diri kita yang selalu bergelimang dosa. Apabila kita melihat gempa dan berbagai azab lain, jangankan mempunyai perasaan takut kemudian segera bertaubat, beristighfar, dan shalat, justru kita malah sibuk dengan berbagai penelitian sia-sia.(kar)